Galih Ginanjar Mencoba Lebih Bertanggung Jawab buat Orangtua & Anaknya Keluar Penjara

Banyak hikmah diperoleh Galih Ginanjar selama menjalani masa hukuman akibat jeratan kasus kasus pencemaran nama baik berkait video ikan asin. Diketahui, Galih mendapatkan bebas bersyarat usai mendapat program asimilasi Covid 19. “Saya lebih meningkatkan (pengetahuan) agama Islam dan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Galih seperti dikutip Kompas.com dalam kanal YouTube KH INFOTAINMENT, Jumat (5/2/2021).

Galih juga mengaku kejadian itu membuatnya membenahi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. “Mencoba lebih dewasa lagi. Mencoba lebih bertanggung jawab, untuk ibu saya, untuk anak saya dan tidak egois," kata Galih. Galih mengakui, ketika dia terpuruk, hanya ibunya yang setia mendampinginya. Ibunya selalu setia mendukung dan mendoakannya.

“Pasangan bisa meninggalkan kita, tetapi yang paling hebat adalah ibu. Sesalah apapun kesalahan saya, dia tidak melihat, dia tetap mendoakan saya. Dia selalu mendukung saya," ucap Galih. "Waktu di penjara mama yang paling ngingetin, 'Nak sabar yah, mungkin setelah ini (kasus) Aa akan naik derajatnya'. Itu yang bikin saya semangat terus, yang bikin saya termotivasi," lanjut Galih. Oleh karena itu, Galih bertekad berubah menjadi pribadi yang lebih baik demi keluarganya, terkhusus ibunya.

Diketahui, Pablo Benua, Rey Utami, dan Galih Ginanjar sebelumnya diputuskan bersalah terkait kasus pencemaran nama baik artis peran Fairuz A Rafiq. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 1 tahun 4 bulan penjara untuk Rey Utami. Sementara Pablo Benua dijatuhi vonis 1 tahun 8 bulan penjara. Sedangkan Galih Ginanjar dihukum 2 tahun 4 bulan kurungan penjara.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.